selepas libur selepas penat

selamat hari senin
kembali di hari senin
hari di bulan ini sudah sampai pada bilangan hari ke dua puluhan
terasa atau tidak menurut teman teman

kembali di hari senin
kembali pada rutinitas
kembali kembali dan kembali
sebenarnya untuk apa kembali?
*) pertanyaan absurd

lama rasanya otak ini tidak difungsikan untuk merangkai kata kata
dari tulisan yang diterbitkan terakhir dan saat memulai kembali itu rasanya . . . .
otak seperti kram, tangan kaku, jantung berdegup lebih cepat
semua organ rasanya seperti kontraksi dan memberontak
langsung terlintas ~~~~
apa yang akan dituangkan untuk tulisan perdana hari senin ini ya?
tanda tanya besar menghantui
huhuhuhuhu
dan kemudian saya pun tersadar
itulah mengapa kemampuan itu harus diasah, harus dilatih dan harus ada pengulangan
inilah jadinya jika tidak dilakukan apa apa yang tertulis pada baris atas
. . . . seperti yang sedang saya alami ini sekarang
*) seketika merutuki diri sendiri akan kesengajaan yang dilakukan untuk tidak melakukan pengulangan latihan dalam rangka mengembangkan kemampuan menulis :((

satu hal yang amat terasa dengan tidak mengeluarkan apa yang tersegel di otak akhir akhir ini adalah
mood yang semakin tidak menentu
mood yang tidak bisa dikendalikan
mood yang makin semau maunya
bisa dikatakan mood yang semakin liar dan semakin di luar

tiga hari pada minggu lalu
saya kebetulan menjalani aktivitas yang diluar rutinitas
sangat excited sampai sampai ketika beberapa hari menuju hari hari tersebut gelisah dan cemas melanda
*) layaknya anak TK/SD yang akan melaksanakan piknik bersama sekolah
ya siapa sih yang tidak semangat membara ketika mendapatkan waktu libur dari rutinitas
semua pasti setuju dengan hal tersebut

untuk menghadapi waktu libur tersebut
saya sampai mempersiapkan banyak hal
detail dari A sampai Z saya persiapkan untuk keberlangsungan waktu libur yang menyenangkan
namun
*) masih saja ada namun di cerita kali ini
se-detail apapun saya mempersiapkannya, ternyata pada hari H nya masih saja ada yang tertinggal
*) kembali merutuki diri sendiri namun ya sudahlah ~~

waktu liburan yang saya dapat di minggu lalu selama 3 hari 2 malam
kesan yang didapatkan pada saat itu adalah
-bahagia-
setelah beberapa waktu belakangan saya kehilangan esensi dari kata tersebut
sejenak saya berpikir, yang saya rasakan itu apakah memang bahagia atau hanya ekspresi dari euforia yang saya rasakan
entahlah apa namanya
yang jelas perasaan yang saya rasakan pada saat itu adalah menyenangkan
--terima kasih liburan--
itulah mengapa liburan dibutuhkan setiap insan rutinitas di muka bumi ini

liburan memang sebuah kebutuhan
entah dikategorikan sebagai kebutuhan primer, sekunder atau tersier
tergantung bagaimana manusia tersebut memaknai dan membutuhkannya
menurut saya, liburan itu merilis endorfin
sehingga selepas liburan kembali tercipta keseimbangan hormon
kembali menurut saya, liburan itu tidak perlu mahal atau aneh aneh atau ngehits atau hura hura
yang terpenting dari liburan adalah kita mendapatkan apa yang tidak kita dapat selama menjalani rutinitas
keluar dari rutinitas, itulah esensi liburan menurut saya :)
semoga teman teman bisa berlibur dan merasakan apa yang seharusnya teman teman rasakan setelah bergelut dengan rutinitas

setelah pembahasan mengenai liburan
pernah atau engga sih di benak teman teman terbersit
"liburan selesai penat kembali"
beberapa waktu yang lalu, pikiran pikiran seperti itu sering kali terbersit dalam benak saya
mengapa?
ya karena di otak kita sudah seperti terpatri bahwa rutinitas itu sama dengan penat!
apakah kalian pernah berpikir begitu?
kalau iya, berarti bukan hanya saya dong yang termasuk orang aneh karena berpikir begitu
hehehehehe
*) seperti cari dukungan ya kan jika begini

saya kembali berpikir
kenapa ya bagi sebagian kita menganggap bahwa rutinitas itu sama dengan penat
-berpikir berpikir-
kemudian mendapatkan pencerahan
rutinitas itu menjadi sebuah kepenatan karena .........
berulang tanpa perubahan, repetisi yang terlalu cepat, repetisi tanpa jeda, dan tuntutan
sepertinya sih begitu ya
itulah kenapa kita menganggap rutinitas = penat
kalau begitu apa yang harus dilakukan ya supaya anggapan kita tidak seperti itu ???

beberapa hari belakangan dan masih berjalan hingga sekarang
saya membaca sebuah buku teori filsafat karya Henry Manampiring
*) menjadi salah satu list buku favorit saya
dari hasil saya membaca buku tersebut saya dapat menarik kesimpulan cara untuk menghadapi rutinitas yang mengerikan
rutinitas = penat, merupakan persepsi yang kita bangun dalam diri kita
dan karena kita sendiri yang bangun hal tersebut, maka seperti telah mengakar dengan kokohnya
ketika logika kita berjalan dengan situasi seperti itu
terbayang kan apa yang harus kita lakukan?
yapssss . . .
dengan sederhana dapat kita sampaikan, modifikasi saja persepsi yang kita bangun tentang rutinitas
dengan begitu hal yang tadinya negatif menjadi sesuatu yang mendekati positif
namun namun namun
modifikasi yang dilakukan tidak serta merta seperti kita panggil abang bakso di ujung jalan sana ya teman teman
modifikasi persepsi tentunya butuh proses
mulai dari dikupas, dibersihkan, dikuliti, dibersihkan lagi, dicuci dan masih banyak lagi
dan semua proses tersebut yang melakukan adalah diri kita sendiri bukan orang tua, teman atau bahkan abang bakso di ujung jalan sana :))

karena persepsi itu bukan hal sepele
*) seperti yang disampaikan Bang Henry
makanya kita harus dengan bijak mengelola, mengolah dan mengontrol persepsi diri kita akan berbagai macam hal
begitu juga dengan persepsi kita menyikapi rutinitas sehingga tidak lagi rutinitas = penat
saat kita melihat sesuatu, lihatlah dari berbagai sudut dan berbagai aspek
telisik satu per satu dengan seksama dan teliti
sehingga saat kita sudah mengetahuinya persepsi yang keluar dari diri ini atas benda/hal tersebut merupakan sesuatu yang utuh dan komprehensif

tulisan ini juga sebagai pengingat saya
bukan bermaksud untuk menggurui atau bagaimana
saya harus mengingat banyak hal atas apa yang sudah saya lewati
lewat tulisan lah saya bisa kembali belajar atas apa yang sudah saya lewati dan memperbaikinya saat mengalami hal yang sama di masa entah kapan

-masih merindukanmu yang entah sekarang dimana-
-terima kasih atas waktu yang telah diberikan selama ini-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gamang-gamang berhadiah

celoteh hari ke-dua puluh

apa kabar ~~~