pengingat di tahun baru
Hari ke-empat belas, Januari, 2021
Tempat pembuatan coretan ini masih sama dengan beberapa coretan lainnya
Di sebuah sudut kota yang bergeliat karena sesaknya industri yang ada di dalamnya
Hiruk pikuk yang terjadi pada hari-hari kerja kental mewarnai keseharian walaupun hal ini tidak berlaku bagi "si pembuat coretan"
Sudah hampir setengah bulan berjalan di tahun baru ini
Sejauh hari-hari yang dilalui, lika-likunya masih terasa sama dengan sebelumnya
Hari-hari masih dibersamai dengan geliat virus yang berada semakin dekat
Hari-hari masih dibersamai dengan banyaknya komentar akan kejadian yang diakibatkan oleh keberadaan si virus dan masih hal-hal lain yang berkaitan dengan virus yang menjadi "anggota baru" dalam kehidupan
Tahun baru, bulan baru, hari baru
Tidak jarang menjadi sesuatu yang begitu dinantikan bagi setiap orang
Bagaimana tidak?
Dari setiap hal yang baru selalu tersisip "harapan" yang tidak sama seperti yang ada pada "sesuatu yang tidak lagi baru"
Bukankah begitu?
Padahal sejatinya sebuah "harapan" bisa saja tetap kita sisipkan pada "sesuatu yang sedang kita jalani"
Karena bagaimanapun satu detik kemudian merupakan "sesuatu yang baru" dari apa yang sedang kita jalani
Kerap bagi sebagian orang, momen tahun baru selalu diwarnai dengan hal-hal yang berbau tentang resolusi, keinginan, harapan, dan juga perubahan
Tidak ada yang salah dengan menaruhkan hal-hal tersebut pada "momen tahun baru"
Alangkah lebih baiknya jika hal-hal yang kita taruh tersebut tidak membebani jalan kita dalam mengarungi perjalanan panjang ke depannya
Resolusi dan harapan itu bagaikan sebuah catatan yang berfungsi sebagai pengingat dan arahan saat kita akan memulai bahkan saat sudah memulainya
Namun resolusi dan harapan itu pun tidak menjadi paten ataupun tidak dapat diganggu gugat di pertengahan jalan ketika apa yang sedang kita hadapi ternyata berbeda dengan apa yang telah dipersiapkan sebelumnya
Membuat "dia" berjalan seperti air mengalir namun pada tempatnya akan jauh lebih menenangkan dibandingkan dengan memaksakan "dia" untuk menjadi seperti apa yang sudah kita persiapkan
Batu, tikungan tajam, jalan lurus tanpa ujung, hantaman angin kencang, badai, panas terik dan berbagai hal lain diluar yang seharusnya akan terus membersamai saat dalam perjalanan
"Dia" yang telah kita persiapkan dengan matang ini juga harus dapat membersamainya ketika berjalan
Oleh karenanya, jika "dia" harus bertransformasi kita pun harus siap agar "dia" bisa sampai ke tempat tujuannya
Selamat berjalan
Perjalanan baru saja dimulai, bersiap untuk yang baik dan buruk dalam perjalanan tidak pernah salah
Selalu menjaga kesehatan dan berlaku sehat karena sehat adalah salah satu bahan bakar yang harus selalu terisi pada setiap perjalanan yang harus dilalui
Salam hangat,
- pembuat coretan -
Komentar
Posting Komentar