Kisah Si Laki laki dan Perempuan
November, 27th 2019
Apa kabar akhir November ?
Kamu sudah hendak beranjak saja
Apakah sudah merasa cukup dengan kisah kasih yang terajut sejauh ini?
Kamu memang penuh dengan kejutan
Tak jarang diri ini terkaget kaget dengan kejutanmu di setiap harinya
Pada penghujung November ini
Kembali menumpang dengan perjalanan bisnis seseorang
Belakangan memang agak sering kegiatan “menumpang” ini dilakukan
Cukup menjadi penolong bagi diri ini yang memiliki rutinitas sebatas
kotak pandora berbentuk persegi panjang >,<
Tak lupa dalam tulisan ini, saya sampaikan ungkapan terima kasih
mendalam kepada seseorang yang telah dengan senang hati memberikan tumpangan
ketika perjalanan bisnisnya tersebut
Kisah ini bermula ketika sore hari kemarin dimana diri ini melihat sorot
mata yang tidak biasa dari seorang anak laki laki dengan usia sekolah dasar
tingkat akhir atau sekolah menengah pertama tingkat awal
Bermula dengan ketidaksengajaan, sore itu setelah selesai melakukan
ibadah saya melipir ke sudut rumah ibadah
Tepat disamping tempat saya berdiri di sudut rumah ibadah tersebut,
terdapat sebuah stand makanan yang dijaga oleh dua orang anak
usia sekolah (laki laki dan perempuan)
Sebagai seseorang yang sering dengan tidak sengaja asyik mengamati
kegiatan orang di sekitar
Pemandangan kedua anak di sebelah menunggu jadi teramati
Si perempuan tampak sedang kesal dengan si laki laki di sampingnya
Gumaman kekesalan si perempuan tidak terlalu terdengar jelas karena
memang suasana disana sedang cukup riuh
Tak berapa lama setelah si perempuan bergumam dengan menampakkan
kekesalannya kepada si laki laki, si perempuan berdiri dan hendak beranjak dari
tempatnya tak lupa mengambil perangkat telepon selulernya
Sesaat setelah si perempuan beranjak, terdengar ucapan si laki laki “maunya
main handphone saja”
Dalam diam saat mengamati kejadian yang barusan, terpercik sedikit flashback
kepada masa masa ketika saya berada di umur mereka
Flashback tersebut membuat saya secara spontan langsung menatap mata si laki laki
Terlihat tatapan yang menurut saya sulit dijelaskan untuk seorang anak
seusianya
Kegiatan si laki laki disana entah membantu orang tuanya menjajakan
makanan dan minuman atau entah memang dia dan si perempuan yang berinisiatif
untuk menjajakan makanan tersebut
Pengamatan saya terhadap si anak tersebut cukup lama, kalau saya tidak
salah mungkin sampai 20 menit
Selama itu pula saya tidak melihat keberadaan orang yang lebih dewasa
dari kedua anak tersebut
Mungkin masih di dalam sedang beribadah (dalam benak saya)
Tepat dibelakang tempat si laki laki menunggui dagangannya tersebut,
terlihat onggokan tas
Dugaan saya terhadap onggokan tersebut adalah tas sekolah milik kedua
anak itu
Menyaksikan kejadian tersebut, mengingatkan saya akan keseharian yang
saya lakukan ketika seumur mereka
Saat seumur mereka, saya tidak mungkin di jam seperti itu berada di luar
rumah kemudian terduduk dengan tatapan yang sulit diungkapkan dan berada di
sebuah sudut rumah ibadah untuk menjajakan makanan dan minuman
Saat
seumur mereka, di jam seperti itu saya pasti berada dirumah dan sedang main
petak umpat dengan ibu saya yang kerap kali menyuruh saya untuk belajar namun
yang saya inginkan adalah membaca komik atau novel (bukan buku pelajaran
yang membosankan ituuu)
Saat
seumur mereka, saya rasa saya belum mengenal tatapan yang dikeluarkan si laki
laki sepanjang pengamatan
Saat
seumur mereka, saya juga belum merasakan pulang dari sekolah selarut yang
mereka lakukan
Saat
seumur mereka, saya rasa saya belum paham bagaimana hidup ini bekerja dalam
keseharian saya dan keluarga
Dengan
pengamatan yang bisa terbilang hanya sekejap saja
Dalam
otak ini langsung memproses banyak memori beberapa tahun ke belakang
Dan
tentunya proses tersebut membuat saya mengharuskan diri ini untuk belajar lebih
banyak mengenai apa itu hidup dan kehidupan
Mengharuskan
diri ini untuk mengapresiasi apa yang telah orang tua berikan kepada kita
selama ini, bahkan hingga detik ini
Mungkin
terkesan beruntung bagi saya karena semasa kecil dulu saya tidak sampai harus
mengikuti pelajaran kehidupan seperti si laki laki dan perempuan tersebut
Namun,
bisa jadi saya juga merasa kurang beruntung dengan masa kecil yang telah saya
jalani karena tidak seperti si laki laki dan perempuan tersebut
Saya
merasa yakin bahwa si laki laki dan perempuan tersebut kelak menjadi seseorang
yang lebih tangguh dibanding pribadi lain yang tidak mengalami pelajaran
kehidupan seperti mereka
Dari
apa yang telah mereka lalui pasti akan ada suatu (atau bahkan beberapa) momen
yang berbekas dan menjadi bekal bagi mereka dalam melanjutkan kehidupan yang
mungkin masih akan sangat panjang
Tidak
berapa lama saya terdiam dalam pengamatan, saya kembali tersadar bahwa ada
kehidupan lain yang mengharuskan saya untuk terus berjalan entah bagaimanapun
proses perjalanannya
Kepada
si laki laki dan perempuan, terima kasih karena kalian telah mengingatkan saya
untuk bersyukur atas apa yang telah saya terima selama kehidupan saya yang
telah berjalan puluhan tahun ini
Terima
kasih karena telah mengingatkan kepada saya bagaimana dahulu usaha kedua orang
tua saya membesarkan saya dan saudara saudara saya yang lain
Terima
kasih karena telah mengingatkan saya kelak jika sudah dikaruniai keturunan
untuk mempersiapkannya dengan baik dalam segala hal (entah menurut versi saya
atau si anak)
Komentar
Posting Komentar