janji untuk menulis
kamis siang, di salah satu sudut kota industri belahan jawa sebelah barat
semenjak kemunculan kembali tulisan di platform ini
terbersit secercah keinginan untuk berpegang teguh terus menulis dan membuat tulisan
apapun jenis tulisannya sih
tapi ternyata eh ternyata
secercah keinginan saja ternyata tidak berguna untuk terus konsisten dengan keinginan tersebut
ah sudahlah keinginan hanya sebatas keinginan saja
kemudian saya pun berpikir ya sudahlah
mau tulisan saya setiap hari ada ataupun tidak ya bukan masalah yang besar
toh media ini hanya sebagai selintasan untuk teman mengungkapkan apa yang sedang dirasakan saja
dan toh tidak ada yang menunggu juga
yang penting saya tetap berjanji pada diri saya sendiri untuk terus menulis apapun bagaimana kondisinya
setelah berpikir sepert itu
sambil disandingi dengan tayangan video obrolan orang yang cukup menghibur (menurut saya, red)
saya mulai berpikir, apa ya yang akan saya tuangkan pada tulisan di siang hari ini
kegundahan apa lagi ya? keresahan apa lagi ya?
karena dalam benak pribadi saya, bentuk tulisan yang saya tuangkan dalam lembaran putih ini merupakan bentuk gundah dan resah yang sedang menghampiri dan saya tidak bisa membaginya dalam media lain selain tulisan sehingga jadilah karya corat-coret yang tidak bermakna ini
pada hakikatnya, gundah dan resah itu tidak mungkin absen untuk menghampiri setiap insan di belahan dunia manapun (saya rasa sih begitu, red)
yang kemudian membuat saya merasa bahwa dengan kondisi tersebut saya pun tidak akan kekurangan bahan untuk menumpahkan hal tersebut dalam media ini
sejalan dengan perubahan status saya yang sudah menginjak hari ke dua puluh dua
di setiap harinya saya terus menerus memikirkan kegiatan apalagi yang berfaedah dan engga ngebetein yang bisa saya lakuin untuk mengisi hari
mulai muncul list dalam pikiran, hal apa saya yang bisa dilakuin untuk mengisi hari di setiap harinya
*) list itu hanya muncul dipikiran karena memang sengaja tidak saya tuangkan dalam bentuk "real list" karena saya merasa itu bukan "my real life" (hahahahaaa.. apa sih mungkin engga semua orang akan paham maksd dari bahasa itu)
banyak hal yang terbersit untuk dikerjakan di setiap harinya
namun ketika harinya tiba untuk mengerjakan hal tersebut, otak rasanya seperti memberontak
otak masih dalam fase denial yang entah kapan akan selesai
membuat pikiran dan perasaan itu berdamai dan sejalan untuk akhir akhir ini saja
rasanya seperti sedang menenangkan perang melawan penjajah pada masanya dulu
(mungkin hipebolis cuma ya something like that lah)
luar biasa sekali pokonya
dan kemudian sampai pada akhirnya
kemarin adalah waktu yang amat sangat lelah bagi saya
pertengkaran antara pikiran dan perasaan yang tak kunjung habis
membuat pergolakan bendungan air di mata tidak terbendung pada waktu yang tidak tepat
fiuhhh
rasanya itu seperti ingin menghujat diri sendiri yang tidak bisa mengontrol dirinya sendiri sehingga kejadian seperti kemarin terjadi
atas kejadian tersebut kemudian saya berpikir
jika di setiap harinya kontrol diri ini lemah selemahnya, maka kejadian seperti kemarin itu akan sering berulang
dan itu tidak baik untuk keberlangsungan hidup
antisipasi yang harus dilakukan tidak lain adalah mengejar endorphine kemanapun dia pergi
pengejaran endorphine ini kemudian menjadi list kegiatan yang wajib untuk diselesaikan setiap harinya
dengan ........
memulai janji untuk menulis
kemudian janji untuk olahraga
janji untuk terus bergerak (pergerakan sendi dan tulang tulang)
dan hal lainnya dalam rangka pengejaran endorphine untuk keberlangsungan hidup yang lebih baik
semoga hal ini bukanlah janji sekedar janji yang biasa ditebar oleh kebanyakan politisi saat berkampanye demi duduk nyaman dan tenang sebagai wakil rakyat
namun janji ini seperti janji kepada anak kecil yang apabila kita lalai untuk menepatinya akan ditagih terus menerus dan tidak mengenal kata bosan sampai janji tersebut terbayarkan
semenjak kemunculan kembali tulisan di platform ini
terbersit secercah keinginan untuk berpegang teguh terus menulis dan membuat tulisan
apapun jenis tulisannya sih
tapi ternyata eh ternyata
secercah keinginan saja ternyata tidak berguna untuk terus konsisten dengan keinginan tersebut
ah sudahlah keinginan hanya sebatas keinginan saja
kemudian saya pun berpikir ya sudahlah
mau tulisan saya setiap hari ada ataupun tidak ya bukan masalah yang besar
toh media ini hanya sebagai selintasan untuk teman mengungkapkan apa yang sedang dirasakan saja
dan toh tidak ada yang menunggu juga
yang penting saya tetap berjanji pada diri saya sendiri untuk terus menulis apapun bagaimana kondisinya
setelah berpikir sepert itu
sambil disandingi dengan tayangan video obrolan orang yang cukup menghibur (menurut saya, red)
saya mulai berpikir, apa ya yang akan saya tuangkan pada tulisan di siang hari ini
kegundahan apa lagi ya? keresahan apa lagi ya?
karena dalam benak pribadi saya, bentuk tulisan yang saya tuangkan dalam lembaran putih ini merupakan bentuk gundah dan resah yang sedang menghampiri dan saya tidak bisa membaginya dalam media lain selain tulisan sehingga jadilah karya corat-coret yang tidak bermakna ini
pada hakikatnya, gundah dan resah itu tidak mungkin absen untuk menghampiri setiap insan di belahan dunia manapun (saya rasa sih begitu, red)
yang kemudian membuat saya merasa bahwa dengan kondisi tersebut saya pun tidak akan kekurangan bahan untuk menumpahkan hal tersebut dalam media ini
sejalan dengan perubahan status saya yang sudah menginjak hari ke dua puluh dua
di setiap harinya saya terus menerus memikirkan kegiatan apalagi yang berfaedah dan engga ngebetein yang bisa saya lakuin untuk mengisi hari
mulai muncul list dalam pikiran, hal apa saya yang bisa dilakuin untuk mengisi hari di setiap harinya
*) list itu hanya muncul dipikiran karena memang sengaja tidak saya tuangkan dalam bentuk "real list" karena saya merasa itu bukan "my real life" (hahahahaaa.. apa sih mungkin engga semua orang akan paham maksd dari bahasa itu)
banyak hal yang terbersit untuk dikerjakan di setiap harinya
namun ketika harinya tiba untuk mengerjakan hal tersebut, otak rasanya seperti memberontak
otak masih dalam fase denial yang entah kapan akan selesai
membuat pikiran dan perasaan itu berdamai dan sejalan untuk akhir akhir ini saja
rasanya seperti sedang menenangkan perang melawan penjajah pada masanya dulu
(mungkin hipebolis cuma ya something like that lah)
luar biasa sekali pokonya
dan kemudian sampai pada akhirnya
kemarin adalah waktu yang amat sangat lelah bagi saya
pertengkaran antara pikiran dan perasaan yang tak kunjung habis
membuat pergolakan bendungan air di mata tidak terbendung pada waktu yang tidak tepat
fiuhhh
rasanya itu seperti ingin menghujat diri sendiri yang tidak bisa mengontrol dirinya sendiri sehingga kejadian seperti kemarin terjadi
atas kejadian tersebut kemudian saya berpikir
jika di setiap harinya kontrol diri ini lemah selemahnya, maka kejadian seperti kemarin itu akan sering berulang
dan itu tidak baik untuk keberlangsungan hidup
antisipasi yang harus dilakukan tidak lain adalah mengejar endorphine kemanapun dia pergi
pengejaran endorphine ini kemudian menjadi list kegiatan yang wajib untuk diselesaikan setiap harinya
dengan ........
memulai janji untuk menulis
kemudian janji untuk olahraga
janji untuk terus bergerak (pergerakan sendi dan tulang tulang)
dan hal lainnya dalam rangka pengejaran endorphine untuk keberlangsungan hidup yang lebih baik
semoga hal ini bukanlah janji sekedar janji yang biasa ditebar oleh kebanyakan politisi saat berkampanye demi duduk nyaman dan tenang sebagai wakil rakyat
namun janji ini seperti janji kepada anak kecil yang apabila kita lalai untuk menepatinya akan ditagih terus menerus dan tidak mengenal kata bosan sampai janji tersebut terbayarkan
Komentar
Posting Komentar