maya dan nyata : hiruk pikuk dunia ini
waktu menunjukkan kondisi siang menuju sore, masih di sudut kota industri belahan jawa barat, di tahun 2019, di hari kamis tanggal pertengahan bulan yang membuat para pekerja berharap hari cepat berlalu agar secercah harapan hidup menghampiri yang tentunya bertujuan untuk melanjutkan kehidupan
2019,
amat sangat tidak terasa ya waktu sangat cepat berlalu
cepat sekali
pernah merasakan tidak sih, satu kejadian yang dulu hanya ada di pelajaran sekolah kita kemudian ternyata itu sudah menjadi kejadian di hari ini
ini sih pernah banget ya saya rasain
kasusnya adalah mengenai "bonus demografi"
pada waktu saya masih menjadi mahasiswa, kata kata itu pernah dilontarkan kepada kami bahwa beberapa tahun kedepan akan terjadilah masa yang dinamakan sebagai "bonus demografi"
dannnnn . . . . .
baru beberapa hari yang lalu
saya mendengar salah satu news anchor menyampaikan bahwa saat ini negeri kita sedang dalam masa "bonus demografi" bla bla blaaaaa...
(kurang lebih begitu yang disampaikan dalam berita pada waktu itu)
mendengarkan hal tersebut saya kemudian ngebatin
~~~ ya Allah, ini kok gw udah tua ya cepet bener waktu bergeraknya, kayanya kata kata "bonus demografi" itu baru gw tau dan denger saat kuliah waktu itu deh dan masih fresh terngiang gitu.. eh ternyata sekarang Indonesia sudah masuk ke masa itu menurut berita di salah satu stasiun tv swasta~~~
luar biasa sekali ya pergerakan waktu yang tiada henti
'hey waktu, kamu tidak lelah ya? ga mau pake efek slow motion dulu gitu?'
kata kata barusan hanya sekedar kata kata iseng yang terlontar gitu aja tanpa dipikirin mateng mateng
karena waktu tidak seramah itu untuk sekedar mendengarkan dan meresapi celotehan basa basi kita yang unfaedah
hahahahhaa
kembali kepada "bonus demografi"
artinya bahwa negeri ini seperti sedang memikul beban yang makin berat di setiap harinya
mungkin akan lebih tepatnya bukan hanya negeri ini saja namun hampir seluruh negeri di belahan bumi ini
beban pertumbuhan manusia
beban pertumbuhan manusia yang tidak diiringi dengan kematangan moral dan perilakunya
dan masih banyak beban beban lainnya yang harus dipikul oleh "si bumi"
jika bumi yang kita tempati sebagai tempat persinggahan di dunia ini bisa berkomentar mungkin akan lebih banyak dan panjang kolom komentarnya dibandingkan dengan kolom komentar pada video video yang trending atau kolom komentar pada akun instagram para selebgram ternama
bahkan jika bumi itu memiliki sikap yang tidak selow, mungkin akan banyak sumpah serapah yang disampaikan pada kolom komentar tersebut kepada para penghuninya yang terkadang suka tidak tahu diri dan tidak tahu aturan menjalani kehidupan
saat ini, ramainya kehidupan yang kita jalani sehari hari bukan hanya ramai di kehidupan nyata
namunnnnn
keramaian itu pun hadir di dunia maya
kehadiran internet yang makin merambah dan menyusup ke setiap sudut terpencil suatu daerah pun
sudah membuat dunia ini seperti tanpa batas antara yang nyata dan maya
bahkan ya mungkin keramaian di dunia maya lebih hits dan trend dibandingkan dengan yang terjadi pada dunia nyata
atau bahkan keramaian di dunia maya yang terbawa sampai ke dunia nyata sehingga meramaikan kehidupan dunia nyata
atau bahkan kita akan lebih aware dan sibuk dengan keramaian di jagat dunia maya ketimbang ngurusin tetangga di kehidupan nyata kita yang sebenarnya sedang membutuhkan uluran tangan kita
dulu mungkin kita hanya harus membedakan yang benar dan salah pada kehidupan nyata kita
namun sekarang hal tersebut juga berlaku untuk kehidupan di dunia maya
dengan keadaan seperti sekarang ini, seharusnya sikap dan perilaku yang kita miliki dan gunakan di dunia nyata itu juga terbawa saat kita berselancar di dunia maya namun hal ini tidak berlaku untuk setiap orang (dalam banyak aspek)
ada yang berkebalikan sikap dan perilakunya di dunia nyata dan maya
ada juga yang tidak menentukan akan bagaimana sikapnya di dunia nyata namun tidak begitu di dunia maya
dan masih banyak hal lainnya
dengan fenomena tersebut
makin bertebaran topeng topeng manusia
dahulu manusia manusia tersebut hanya menyiapkan topeng untuk kesehariannya di dunia nyata
namun sekarang mereka juga harus menyiapkan topeng lainnya untuk di dunia maya
ah makin rumit saja kehidupan ini
maka tak jarang banyak dari mereka yang salah dalam mengambil topeng hariannya
dan bahkan ada dari mereka yang bingung akan menggunakan topeng apa untuk mejalani kehidupannya
ironis memang namun ya itulah yang terjadi
ada pula dari mereka yang dalam kesehariannya bingung untuk menjalani kehidupan yang mana
hidup di dunia nyata atau maya?
bijaklah kita dalam menjalani kehidupan kita
kita sadar bahwa kita tidak akan selamanya ada di bumi ini
dan kita juga sadar bahwa bumi tidak akan ada selamanya untuk kita
kehidupan di dunia nyata-lah yang harus kita hadapi dan jalani dengan sebaik baiknya di setiap harinya
kehidupan dunia maya hanyalah sebagai suplemen atau hiburan saat kita merasa jengah dengan rutinitas yang dijalani
jangan lagi dijadikan sebagai kehidupan pokok yang kemudian mengesampingkan kehidupan yang sebenarnya
semua yang terjadi di dunia ini, menurut saya tidak lain merupakan suatu hubungan sebab akibat
jadi apapun yang terjadi saat ini pasti sebelumnya ada penyebab mengapa hal tersebut sampai terjadi
2019,
amat sangat tidak terasa ya waktu sangat cepat berlalu
cepat sekali
pernah merasakan tidak sih, satu kejadian yang dulu hanya ada di pelajaran sekolah kita kemudian ternyata itu sudah menjadi kejadian di hari ini
ini sih pernah banget ya saya rasain
kasusnya adalah mengenai "bonus demografi"
pada waktu saya masih menjadi mahasiswa, kata kata itu pernah dilontarkan kepada kami bahwa beberapa tahun kedepan akan terjadilah masa yang dinamakan sebagai "bonus demografi"
dannnnn . . . . .
baru beberapa hari yang lalu
saya mendengar salah satu news anchor menyampaikan bahwa saat ini negeri kita sedang dalam masa "bonus demografi" bla bla blaaaaa...
(kurang lebih begitu yang disampaikan dalam berita pada waktu itu)
mendengarkan hal tersebut saya kemudian ngebatin
~~~ ya Allah, ini kok gw udah tua ya cepet bener waktu bergeraknya, kayanya kata kata "bonus demografi" itu baru gw tau dan denger saat kuliah waktu itu deh dan masih fresh terngiang gitu.. eh ternyata sekarang Indonesia sudah masuk ke masa itu menurut berita di salah satu stasiun tv swasta~~~
luar biasa sekali ya pergerakan waktu yang tiada henti
'hey waktu, kamu tidak lelah ya? ga mau pake efek slow motion dulu gitu?'
kata kata barusan hanya sekedar kata kata iseng yang terlontar gitu aja tanpa dipikirin mateng mateng
karena waktu tidak seramah itu untuk sekedar mendengarkan dan meresapi celotehan basa basi kita yang unfaedah
hahahahhaa
kembali kepada "bonus demografi"
artinya bahwa negeri ini seperti sedang memikul beban yang makin berat di setiap harinya
mungkin akan lebih tepatnya bukan hanya negeri ini saja namun hampir seluruh negeri di belahan bumi ini
beban pertumbuhan manusia
beban pertumbuhan manusia yang tidak diiringi dengan kematangan moral dan perilakunya
dan masih banyak beban beban lainnya yang harus dipikul oleh "si bumi"
jika bumi yang kita tempati sebagai tempat persinggahan di dunia ini bisa berkomentar mungkin akan lebih banyak dan panjang kolom komentarnya dibandingkan dengan kolom komentar pada video video yang trending atau kolom komentar pada akun instagram para selebgram ternama
bahkan jika bumi itu memiliki sikap yang tidak selow, mungkin akan banyak sumpah serapah yang disampaikan pada kolom komentar tersebut kepada para penghuninya yang terkadang suka tidak tahu diri dan tidak tahu aturan menjalani kehidupan
saat ini, ramainya kehidupan yang kita jalani sehari hari bukan hanya ramai di kehidupan nyata
namunnnnn
keramaian itu pun hadir di dunia maya
kehadiran internet yang makin merambah dan menyusup ke setiap sudut terpencil suatu daerah pun
sudah membuat dunia ini seperti tanpa batas antara yang nyata dan maya
bahkan ya mungkin keramaian di dunia maya lebih hits dan trend dibandingkan dengan yang terjadi pada dunia nyata
atau bahkan keramaian di dunia maya yang terbawa sampai ke dunia nyata sehingga meramaikan kehidupan dunia nyata
atau bahkan kita akan lebih aware dan sibuk dengan keramaian di jagat dunia maya ketimbang ngurusin tetangga di kehidupan nyata kita yang sebenarnya sedang membutuhkan uluran tangan kita
dulu mungkin kita hanya harus membedakan yang benar dan salah pada kehidupan nyata kita
namun sekarang hal tersebut juga berlaku untuk kehidupan di dunia maya
dengan keadaan seperti sekarang ini, seharusnya sikap dan perilaku yang kita miliki dan gunakan di dunia nyata itu juga terbawa saat kita berselancar di dunia maya namun hal ini tidak berlaku untuk setiap orang (dalam banyak aspek)
ada yang berkebalikan sikap dan perilakunya di dunia nyata dan maya
ada juga yang tidak menentukan akan bagaimana sikapnya di dunia nyata namun tidak begitu di dunia maya
dan masih banyak hal lainnya
dengan fenomena tersebut
makin bertebaran topeng topeng manusia
dahulu manusia manusia tersebut hanya menyiapkan topeng untuk kesehariannya di dunia nyata
namun sekarang mereka juga harus menyiapkan topeng lainnya untuk di dunia maya
ah makin rumit saja kehidupan ini
maka tak jarang banyak dari mereka yang salah dalam mengambil topeng hariannya
dan bahkan ada dari mereka yang bingung akan menggunakan topeng apa untuk mejalani kehidupannya
ironis memang namun ya itulah yang terjadi
ada pula dari mereka yang dalam kesehariannya bingung untuk menjalani kehidupan yang mana
hidup di dunia nyata atau maya?
bijaklah kita dalam menjalani kehidupan kita
kita sadar bahwa kita tidak akan selamanya ada di bumi ini
dan kita juga sadar bahwa bumi tidak akan ada selamanya untuk kita
kehidupan di dunia nyata-lah yang harus kita hadapi dan jalani dengan sebaik baiknya di setiap harinya
kehidupan dunia maya hanyalah sebagai suplemen atau hiburan saat kita merasa jengah dengan rutinitas yang dijalani
jangan lagi dijadikan sebagai kehidupan pokok yang kemudian mengesampingkan kehidupan yang sebenarnya
semua yang terjadi di dunia ini, menurut saya tidak lain merupakan suatu hubungan sebab akibat
jadi apapun yang terjadi saat ini pasti sebelumnya ada penyebab mengapa hal tersebut sampai terjadi
Komentar
Posting Komentar